SEMINAR PURGATORIUM

Sabtu (13/10/2018) Gerha Santo Agustinus Paroki Karawaci dipenuhi umat Katolik sejak pagi hari. Umat Paroki Karawaci, maupun umat Katolik dari paroki-paroki lain menghadiri Acara Seminar Purgatorium. Seminar yang diselenggarakan oleh Sie Kerasulan Kitab Suci (KKS) Paroki Karawaci ini dihadiri lebih dari 350 umat Katolik. Para peserta terlihat sangat antusias. Apalagi seminar bertema misteri kehiudpan setelah kematian merupakan yang pertama kali diselenggarakan di Paroki Karawaci ini.

Dalam sambutannya, Bapak Bakti Setiawan, Ketua Sie KKS Paroki Karawaci mengungkapkan pertanyaan bersama yang kerap muncul mengenai apa dan bagaimana api pencucian. Bapak Bakti berharap Pater Robby Wowor, OFM dapat memberikan pencerahan mengenai bagaimnana ajaran Gereja tentang api pencucian.Seminar purgatorium diselenggarakan terkait peringatan Hari Raya Para Kudus dan Peringatan Hari Arwah yang setiap tahun selalu dirayakan oleh Gereja Katolik.
Pastur Stefanus Suwarno, OSC menegaskan kembali dalam sambutannya. Pastur Suwarno mengatakan bahwa kematian merupakan suatu misteri dan sekaligus suatu kepastian. Kita tidak pernah tahu kapan kematian akan datang, siapa yang akan lebih dahulu ‘dijemput’, di mana, dan dengan cara bagaimana kematian itu datang, kita semua tidak pernahn tahu. Tapi yang pasti adalah bahwa kita semua akan menghadapi kematian. Ker mana jiwa kita pergi sdetelah kita mengalami kematian? Dengan berkelakar Romo Suwarno mengatakan, “Saya juga belum pernah ke sana. Jadi saya belum bisa menjawabnya.” Tawa peserta pun pecah menghangatkan suasana pagi di ruang gerha yang penuh.


Pater Robby Wowor, OFM selaku pembicara berhasil membawakan tema “Ke Manha Jiwa Pergi Setelah Kematian?” dengan sangat ringan. Pater Robby menegaskan bahwa perbincangan hari ini dengan tema kematian tidak akan pernah selesaidi dalam seminar ini. Menurut Pater Robby, sejauh masih ada ungkapan ‘misteri kematian’, maka perbincangan dan percakapan tentang kematian tidak akan pernah berakhir. Mengapa disebut misteri kematian? Karena sampai dengan sekarang ini belum ada orang yang sudah meninggal kembali lagi dan menceritakan kehidupannya di dunia yang lain sana kepada kita, kecuali satu yaiotu Yesus sendiri. Dan itulah yang menjadi landasan dari Gereja yang melanjutkan ajaran Yesus. Dan bagaimana Gereja menyoroti hal itu dan mengajarkan kepada umatnya. Pater Robby mengutip seorang suster yang terkenal di Amerika, Mother Angelica : “Kalau kalian tidak percaya akan purgatorium, itu terserah kalian. Tapi kalau kita tidak percaya, bukan berarti purgatorium itu tidak ada.” Purgatorium ini berhubungan dengan kematian. Selain itu selama manuasia percaya bahwa dirinya punya jiwa, tidak sama dengan hewan yang tidak pernah berpikir akan masuk surga atau neraka. Manusia tahu dan sadar bahwa jika seseorang sudah meninggal dunia, bukan berarti dia akan hilang lenyap, tanpa bekas. Ada sesuatu daloam kehidupan yang dilanjutkan. Dari sinilah semua agama berusaha mempertanggungjawabkan jiwa dari orang yang sudah meninggal dunia itu pergi ke mana.

Seminar yang menarik perhatian ini membuka pemahaman para peserta akan ajaran Gereja mengenai api pencucian dan kehidupan kekal.