Jambore Nasional SEKAMI 2018

Hi kawan-kawan semua. Perkenalkan, Saya Albertus Indrayanto telah
mengikuti Jambore Nasional (JAMNAS) Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner Indonesia (SEKAMI) 2018 di Pontianak Kalimantan Barat. Acara berlangsung pada 3–6 Juli 2018. Kegiatan jambore nasional diikuti oleh semua keuskupan yang ada di Indonesia, kecuali Keuskupan Maumere. Digantikan oleh Keuskupan Kucing dari Malaysia.
Tergabung dalam Kontingen Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), saya bersama 8 teman mewakili Bina Iman Remaja (BIR) Dekenat Tangerang. Untuk mengikuti jambore ini, sebelumnya dilakukan seleksi di tingkat dekenat, dan keuskupan. Saya sangat bersyukur karena Tuhan telah memilih saya untuk mengikuti JAMNAS SEKAMI 2018. Saya juga sangat gembira karena dapat bertemu dengan teman-teman remaja dari berb- agai keuskupan se-Indonesia.
Di JAMNAS, banyak sekali acaranya. Ini dia rangkaian acara yang saya jalani bersama teman-teman.
Hari pertama, 3 Juli 2018. Sebelum sampai di Pontianak, kami harus menaiki pesawat terbang. Setelah sampai di sana, kami disambut oleh panitia dan diantar ke Katedral Pontianak. Tiba di sana, kami berpisah dengan teman-teman se-keuskupan masing-masing untuk masuk ke dalam kampung dan keluarga yang telah diatur oleh panitia.
Lalu, kami semua mengikuti Misa Pembukaan JAMNAS SEKA- MI 2018. Selesai misa, dilanjutkan dengan acara animasi dan pengan- tar umum, lalu ditutup dengan doa malam bersama. Kemudian, kami kembali ke kampung masing-masing dan istirahat malam.
Kesimpulan dari hari pertama ini, saya merasa senang karena dapat bertatap muka dengan teman-teman dari keuskupan lain. Kami mulai berkenalan, yang tadinya malu-malu, lalu mulai belajar untuk bergaul dengan orang lain.
Hari kedua, 4 Juli 2018. Pagi ini diawali dengan misa, mohon berkat Tuhan supaya acara JAMNAS dapat berjalan dengan lancar sesuai rencana Tuhan. Lalu, masuk ke dalam “Edukasi 1” dengan tema “Hakikat Gereja Misioner” dan dilanjutkan “Edukasi 2” dengan dinamika kelompok. Tak lupa, tukar-menukar cendera mata dari daerah masing-masing.
Usai dua sesi, kami diberikan waktu untuk beristirahat sejenak. Berikutnya adalah “Edukasi 3”. Kami pun mengadakan pentas seni 1 dari berbagai provinsi gerejawi. Kala itu, Keuskupan Agung Jakarta mendapat bagian terakhir. Setelah itu, kami doa malam bersama dan dilanjut istirahat malam. Pada hari kedua, kami sudah mulai akrab dengan teman baru. Berteman itu tidak boleh memandang orang kita berkenalan dengan semua orang.
Hari ketiga, 5 Juli 2018. Acara diawali dengan misa dan dilanjut dengan acara “Dialog Sukacita” dengan Bapa Uskup sebagai pembicara. Kami dapat bertanya mengenai panggilan mereka hingga menjadi uskup. Ada juga sesi sharing kelompok dalam keluarga masing-masing. Lebih seru lagi, kami membuat film atau meme misioner yang nantinya diunggah di media sosial masing-masing.
Kegiatan berikutnya adalah gelaran pentas seni 2 dan ditutup dengan Ibadat Lilin Kasih bertempat di Katedral Pontianak, dipimpin oleh Sr. Xaveria FSGM. Seharian beraktivitas, kami pun beristirahat pada malam hari. Dalam kesempatan ini, saya senang sekali dapat bertemu Bapa Uskup yang tadinya belum kenal, lama-kelamaan jadi akrab hingga bercanda dan tertawa.
Hari keempat, 7 Juli 2018. Berbeda dengan hari sebelumnya yang biasanya diawali dengan misa, hari ini diawali dengan Doa Perutusan Med- itive, lalu dilanjutkan dengan evalua- si dan refleksi. Pada siang hari, kami mengikuti Misa Penutupan JAMNAS SEKAMI 2018 yang dilanjut dengan sesi Sayonara. Kami semua merasa sedih sekali karena harus berpisah dan kembali ke keuskupan masing-masing. Kegiatan hari keempat ini mengingatkan saya bahwa jangan sia-siakan waktu karena waktu itu terbatas. Jadi, pergunakanlah waktu dengan sebaik-baiknya. Manfaat Teman-teman, banyak sekali manfaat yang didapat dari mengikuti JAMNAS SEKAMI 2018. Saya dapat meningkatkan wawasan remaja dan pendamping bahwa hakikat Gereja ialah diutus untuk mewartakan sukacita Injili. Berkat kegiatan ini, saya juga dapat meningkatkan rasa bangga dan bahagia pada diri remaja dan pendamping yang hidup dalam kebinekaan. Tak kalah penting, saya ikut mengobarkan semangat misioner pada diri remaja dan pendamping sehingga berani menjalani hidup dengan berbagai dalam situasi apapun.
Nah, ayo teman-teman! Janganlah malu untuk bergabung dalam Bina Iman Remaja (BIR). Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan membangun gereja kita? Jika tidak ikut, kalian pasti akan menyesal karena ini enggak membosankan. Dengan bergabung dengan BIR, kita sama sama belajar. Jadi, tidak ada yang pintar dan tidak ada yang kurang pintar.
Setiap tahun, BIR Keuskupan Agung Jakarta mengadakan kegia- tan, lho. Jadi, kita dapat bertemu dengan teman-teman se-keuskupan. Mudah-mudahan juga dapat ber- temu remaja SEKAMI se-indonesia seperti saya ya teman-teman… Pesan saya, jangan takut diutus ke mana saja untuk menjadi sahabat Yesus. Tuhan memberkati.