16 Orang Dewasa Dibaptis dan Diteguhkan dalam Pesta Santo Matius

Bersamaan dengan perayaan Pesta Santo Matius Rasul dan Penulis Injil, pada misa Sabtu, 21 September 2019 pukul 17.00 WIB diselenggarakan baptisan dewasa di Gereja Santo Agustinus, Paroki Karawaci yang dipimpin oleh Romo Stefanus Suwarno OSC. Sebanyak 16 orang dewasa dibaptis dan diteguhkan dalam sakramen ekaristi ini.

Dalam pembukaan misa Romo Warno mengatakan bahwa Tuhan secara pribadi dan secara misterius mengundang Matius ketika Yesus datang ke kantor pajak. Yesus mengatakan,”Ikutlah aku”. Dan tanpa menunda waktu Matius pun langsung mengikuti Yesus Sang Guru yang akan menuntun ke jalan keselamatan.

Kemudian Romo Warno melanjutkan,”Hari ini Tuhan Yesus juga memanggil secara pribadi dan secara misterius saudara-saudari kita. Mereka siap mengikuti Tuhan Yesus menjadi murid-muridnya dengan menjadikan dirinya dibaptis dan diterima secara penuh dalam gereja Katholik yang Kudus.”

Keenambelas orang yang dibaptis dan diteguhkan itu adalah: Nicholas Shandy Putra Antoni, Greggorius Reagan Widyatmoko, Atanasius Felix Cary Giovanni, KatarinaNatalia, Margaretha Galuh Wijayanti, Fransiskus Gabriel Wendy, Nicholas Henry Wijaya, Jessica Frida Hefrianny, Prisila Elisabet Taful, Maria Dina Fallo, Katarina Dwi Novianti, Nonna Eka Wahyu Haryaningsih, Elisabeth Sinta Alfrida Saurmauli Napitupulu, Agnes Dessy Yulianti Lesmana, Friska Marice Sihotang, Annamaria Wong Giok Lan.

Dalam homili, Romo Warno menyebutkan bahwa kisah Santo Matius menarik baginya karena unik dan misterius. Matius, seorang Lewi, pekerjaannya menarik pajak dari rakyatnya sendiri. Matius digolongkan sebagai seorang “lintah darat” karena memeras saudara-saudara sebangsanya. Dalam situasi demikian, justru Tuhan Yesus mendekati Matius. Kemudian Tuhan menyatakan secara pribadi agar Matius mengikuti-Nya. Sapaan Tuhan Yesus ini langsung ditanggapi oleh Matius tanpa pertimbangan macam-macam.

Lebih lanjut Romo Warno dalam homilinya mengatakan bahwa sapaan pribadi Tuhan Yesus kepada Matius membangkitkan sebuah harapan yang baru dalam diri Matius. Di tengah berbagai pandangan buruk orang-orang terhadap Matius, ternyata masih ada yang mau menyapa secara pribadi, yaitu Tuhan Yesus.

Romo Warno mengharapkan agar orang-orang yang baru dibaptis dan diteguhkan hari ini mempunyai pengalaman pribadi dengan Tuhan Yesus yang akan menjadi pondasi yang kokoh dalam mengikuti Tuhan Yesus. (SPJ)