Aksi Donor Darah oleh Seksi Kesehatan dan OMK Paroki Karawaci

Kegiatan sosial Donor Darah kembali digelar oleh Seksi Kesehatan dan OMK bekerjasama dengan PMI Pemerintah kota Tangerang.

“Aktivitas rutin ini biasanya digelar 4 kali dalam satu tahun, yakni pada bulan Maret, Juni, September dan Desember. Namun pada 2019 ini digelar 3 kali saja yakni September, Oktober dan Desember,” ujar Ibu Antini selaku pihak penyelenggara.

Acara dimulai dengan pendaftaran pada pukul 08.00 pagi dan masih diberi kesempatan sampai pkl 12.00 siang, umat akan didata sebelum berlanjut ke tes kesehatan.

Sejak pagi umat sudah memadati meja pendaftaran yang berada di Gedung Graha lantai bawah, pendataan oleh teman–teman OMK dan kemudian akan diarahkan ke tim PMI yang membantu, berjumlah ± 10 orang.

Semua orang memiliki kesempatan untuk mendonorkan darahnya namun setelah melalui seleksi yakni tes kesehatan dan pertanyaan dari pihak PMI, ternyata tidak sedikit dari umat yang tidak bisa mendonor karena beberapa faktor. Menurut Bu Dian selaku pihak perwakilan dari PMI, seseorang tidak bisa mendonorkan darahnya saat itu apabila: pola tidur yang tidak baik, yakni mulai tidur lewat dari jam 00.00, walaupun jumlah jam tidur 5 jam. Selain itu begadang atau waktu tidur sangat sedikit mengakibatkan stamina tidak fit keesokan harinya saat akan mendonor. Riwayat penyakit yang diderita oleh calon pendonor juga bisa menyebabkan gagalnya donor darah. Selain itu tensi darah pendonor 90/70 juga tidak bisa menyumbangkan darahnya.

Pihak PMI mengajukan beberapa pertanyaan pada pendonor karena hal ini akan berpengaruh saat pengambilan darah dan diharapkan pendonor bisa menjawab dengan jujur, karena apabila pasien atau pendonor tidak terus terang menceritakan riwayat penyakit atau apa yang mereka rasakan, maka apabila kegiatan donor darah tetap dilakukan maka pendonor akan merasa pusing, mual, lemas dan bahkan kejang.

Untuk menghindari hal tersebut maka sehari sebelumnya pendonor sangat perlu istirahat yang cukup dengan periode waktu minimal 5 jam dan memulai tidur tidak lebih dari jam 00.00, untuk tekanan darah pendonor, pihak PMI mengambil minimal di 100/70.

Kegiatan yang berlangsung pada Minggu 22 September 2019 ini berhasil menyumbangkan 57 kantong darah dari 90 umat yang mendaftar, beberapa yang tidak lolos tersebut dikarenakan alasan kesehatan. Diharapkan dengan kegiatan rutin ini lebih banyak umat yang terlibat, karena hal ini bukan aksi sosial saja tetapi juga berguna bagi kesehatan pendonor yakni umat di Paroki St. Agustinus. (Risma)