Kemah Asyik STARBAK Bersama KKMK, Semangat dalam Pelayanan

Tidak terasa 2019 menjadi tahun ketiga Kelompok Karyawan Muda Katolik (KKMK) Paroki Karawaci Gereja Santo Agustinus mengadakan STARBAK (Satukan Arah Tujuan Bersama KKMK) dengan tema “FunCamp with KKMK”. Acara ini bertujuan untuk menjalin keakraban dengan teman-teman yang belum bergabung dalam KKMK, kebersamaan tetap bisa dirasakan dan ikut tumbuh bersama dalam Tuhan.

Peserta berangkat pada 9 November 2019. Sejak pukul 05.30, para panitia telah berkumpul di Paroki Karawaci Gereja Santo Agustinus. Kesibukan mulai terlihat. Ada yang mempersiapkan perlengkapan untuk dibawa, bertugas di bagian registrasi ulang, dan ada juga yang bertugas menjemput pastor Paulus Ulipi, OSA atau sering dipanggil Pastor YAP.

Waktu telah menunjukkan pukul 07.00. Setelah berdoa bersama, perjalanan menuju Herman Lantang Camp, Curug Nangka, Bogor pun dimulai. Dari Karawaci, perjalanan menghabiskan waktu tempuh sekitar 3 jam. Sesampai di Curug Nangka, bus yang mengantar peserta tidak bisa berhenti di depan penginapan karena rute yang menanjak. Alhasil, kami pun diturunkan di Highland. Selanjutnya, sebagian peserta diantar oleh mobil yang disewa untuk Tim Advance. Sebagian peserta lainnya lebih memilih berjalan kaki menuju Herman Lantang Camp.

Pekerjaan dan percintaan

Rangkaian STARBAK dibuka dengan permainan tebak-tebakan jenaka sembari menunggu jam makan siang. Selanjutnya, sesi perkenalan dimulai. Ini sangat diperlukan agar seluruh peserta bisa saling mengenal satu sama lain. Agar lebih kompak, ada juga sesi pembagian kelompok. Ada 4 nama kelompok yang telah dibentuk, yaitu kelompok Air, Jangkrik, Mbah Dukun, dan Menyan.

Keseruan STARBAK tentunya tak lepas dari obrolan seputar pekerjaan dan percintaan di kalangan KKMK. Inilah yang menjadi topik bahasan pada sesi sharing. Mulai dari kisah kasih yang pernah terjalin hingga cerita tentang perasaan kecewa dalam menjalin cinta. Sesi sharing ini juga membahas tentang cara mencari jalan keluar ketika masalah itu terjadi dalam hidup.

Karena obrolan yang santai, peserta pun begitu antusias untuk bercerita. Mereka ikut berbagi pengalaman, ada yang merasa cepat menemukan pasangan yang baru. Ada juga yang berusaha untuk selalu berpikir positif dalam situasi apapun.

“Ketika mengalami persoalan dalam percintaan, saatnya mulai mencari kegiatan-kegiatan yang bisa membuat cepat lupa. Fokus pada kerjaan di kantor dan pelayanan. Jangan sampai putus cinta menghambat cita-cita,” kata salah satu peserta.

Usai sesi sharing, peserta dan panitia mempersiapkan diri untuk misa pada pukul 16.30. Semua berkumpul di lapangan kecil di tengah area kemah berlatar pemandangan gunung dan hutan. Kami menjalankan ibadah misa di tengah-tengah alam. Begitu asri dan tenang. Ditambah lagi, masih terdengar suara kicauan burung. Semakin meneduhkan berkat homili Pastor YAP yang mengajak kita untuk melayani dengan hati dan menjaga persaudaraan dengan sesama.

Tonight Show

Pada malam hari, keseruan STARBAK belumlah berakhir. Semakin malam, tentunya semakin bersemangat. Peserta yang telah dibagi menjadi 4 kelompok mempersembahkan penampilan spesial dalam acara Tonight Show. Ada yang membuat parodi, membaca pantun, dan berpuisi. Malam itu membuat kami yang tadinya diam-diam saja mulai terasa akrab, tak ingin pula acara ini lekas berakhir.

Acara malam hari juga diisi dengan berdoa Taize di tengah hangatnya api unggun. Dipandu oleh Kak Esta, semua berdoa dengan khusyuk. Dinginnya malam kala itu benar-benar tak menyurutkan kehangatan yang telah terjalin di antara para peserta.

Setelah berdoa, saatnya sesi bebas. Para panitia mempersiapkan bara api untuk memanggang jagung, tim perlengkapan juga menyiapkan daging untuk dibakar saat malamnya. Sementara itu, sebagian peserta ada yang asyik bermain gitar, memasak mi, kembali bermain gim, atau melanjutkan cerita-cerita yang belum tuntas diceritakan. Sungguh malam yang menyenangkan dan penuh dengan momen keakraban.

Outbound

Keesokan hari, waktunya acara outbound. Ada beberapa permainan dalam STARBAK kali ini. Mulai dari lempar balon, human train, dragon ball, dan shoot paper. Beragam permainan ini bertujuan untuk mengajarkan kekompakan dan komunikasi. Kegiatan ini berjalan lancar dan seru. Semakin semangat, kegiatan outbound ditutup dengan perjalanan menuju air terjun yang jaraknya sekitar 1 kilometer.

Bermain-main di area air terjun menjadi agenda kegiatan terakhir peserta STARBAK. Sebelum semakin siang, kami semua kembali ke Herman Lantang Camp untuk membersihkan diri dan bersiap-siap untuk pulang. Sebelum kembali pulang ke Karawaci, kami semua menuju kegiatan STARBAK dengan doa dan berkat oleh Romo YAP.

Dimas Rian selaku Ketua Panitia Starbak 2019 mengatakan, “Semoga STARBAK ini dapat menyatukan anggota KKMK Paroki untuk terus menjadi aktivis-aktivis muda di gereja dan masyarakat. Semoga semua anggota KKMK Paroki Karawaci terus bersemangat untuk membangun KKMK ke depan sehingga dapat mewujudkan tujuan KKMK.”

Dimas juga berterima kasih kepada semua panitia. Sejak awal pembentukan panitia, ia optimistis. “Panitia yang saya pilih adalah panitia pilihan Tuhan. Semoga kita semakin sukses dan semangat dalam membangun KKMK,” pungkasnya.

Ditulis oleh Yoseph Erwin Wuarmanuk, Komsos Paroki Karawaci Gereja Santo Agustinus. Foto-foto oleh Michael Loanda, Komsos Paroki Karawaci Gereja Santo Agustinus.