Misa Offline Perdana di Masa Pandemi

Setelah beberapa bulan tidak menyelenggarakan misa tatap muka di gereja, pada 16 Agustus 2020 pukul 16.30 umat Katholik Paroki Karawaci, Gereja Santo Agustinus dapat melaksanakan misa offline dengan jumlah umat yang terbatas dan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Misa perdana sejak tempat ibadah dibuka kembali untuk umum ini diikuti oleh para pengurus lingkungan, ketua seksi, dan ketua kategorial secara terbatas dengan jumlah yang sudah ditentukan dengan syarat utama berusia 18-59 tahun, kondisi badan sehat, memakai masker dan tidak melakukan kontak fisik dengan umat lainnya.

Selain itu, syarat untuk mengikuti misa perdana ini adalah umat sudah terdaftar di BIDUK Paroki Karawaci dan sudah mendapatkan QR Code dan website belarasa.id.

Tim Gugus Kendali Paroki juga mempersiapkan alur kedatangan umat baik yang berjalan kaki, memggunakan kendaraan roda dua dan menaiki kendaraan roda empat agar teratur. Tim juga mengarahkan setiap peserta misa untuk mencuci tangan menggunakan sabun sebelum memasuki Gereja Santo Agustinus.

Selain itu, tempat duduk umat pun diatur sedemikian rupa sehingga social distancing tetap terjaga selama misa. Bahkan saat antrean penerimaan komuni pun umat selalu diingatkan untuk menjaga jarak dengan umat lainnya.

Pastor Paroki Gereja Santo Agustinus Rm Stefanus Suwarno OSC mengatakan bahwa penerapan protokol kesehatan ketat sesuai arahan Pemda dan Keuskupan Agung Jakarta selama misa dimaksudkan untuk meminimalisir risiko yang mungkin terjadi sehingga gereja tidak menjadi kluster penyebaran Covid-19.

Romo Warno mengatakan bahwa ibadah pada hari Minggu sore tersebut menjadi tolok ukur misa selanjutnya yang akan dilakukan secara offline.

‘Misa yang diikuti oleh para pengurus ini merupakan pedoman untuk pelaksanaan misa-misa offline pada pekan berikutnya. Saya berharap para pengurus lingkungan, pengurus kategorial yang sudah mengikuti misa offline perdana ini mensosialisasikan kepada umat lainnya agar misa offline berikutnya berjalan lebih lancar,’ ujar Rm Warno.

Sementara itu Ketua Tim Gugus Kendali Paroki, Alexander Riyanto seusai misa mengatakan bahwa masa pandemi membuat banyak hal berubah, termasuk dalam hidup menggereja. Ketua tim mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yg telah terlibat dalam misa offline.

‘Berhasil tidaknya pelaksanaan misa di masa adaptasi kebiasaan baru adalah buah kerjasama dan sinergi antara TGKP, DP/PGDP, karyawan dan seluruh umat paroki Karawaci,’ ujar Riyanto.

Ketua Lingkungan Kristoforus 2, Meilya Suryadi, mengungkapkan rasa harunya usai mengikuti misa offline perdana di masa pandemi Covid-19 ini.

‘Waktu akan menerima komuni, jujur sempat menitikkan air mata karena akhirnya bisa menerima hosti lagi. Terima kasih Tuhan, sungguh rindu sekali berdoa di rumahMu. Andai pandemi virus corona ini cepat berlal, kita bisa segera misa dengan bebas lagi,’ ujar Meilya yang ditemui usai misa offline perdana.