Seminari Menengah Wacana Bhakti adalah tempat persemaian benih-benih panggilan khusus seminaris untuk menjadi seorang imam atau biarawan Katolik Roma. Para calon pastor ini menjalani pendidikan di wilayah Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia.
Seminari Wacana Bhakti menerima calon seminaris baru tahun ajaran 2020/2021. Informasi lebih lanjut tentang pendaftaran ini bisa menghubungi Bp Hubertus Vincentius Haryadi Ketua Seksi Panggilan Gereja Santo Agustinus, Paroki Karawaci di WA: +62-813-8168-2390
Menghadirkan Gereja di tengah-tengah masyarakat dapat dilakukan dalam pelbagai cara dan bentuk. Salah satu cara yang dilakukan oleh Sie HAAK Paroki Karawaci, Gereja Santo Agustinus bekerja sama dengan Wanita Katolik RI cabang Karawaci dan didukung oleh para pastor paroki dan segenap Dewan Paroki adalah mengadakan acara buka puasa bersama.
Bertempat di Gerha Santo Agustinus, sie HAAK Paroki Karawaci mengundang pengurus RT, RW dan warga sekitar. Diundang juga polsek Jatiuwung, serta Pokdar Kamtibmas. Tidak kurang dari 100 undangan hadir dalam acara pada Senin (27/5/2019) sore itu.
“Kegiatan ini dilaksanakan untuk menunjukkan kepedulian dan sikap toleransi Gereja Katolik terhadap umat muslim yang sedang melaksanakan ibadah puasa,” ungkap Bapak Agus Djatmiko, ketua Sie HAAK Paroki Karawaci.
Acara yang hanya dipersipakan dalam waktu seminggu ini terbilang sukses dan berjalan dengan baik. Para tamu undangan terlihat sangat antusias dan menyambut gembira niat baik Gereja. “Selama tinggal di Perumnas Tangerang ini, baru sekali ini saya mau buka puasa di gereja, dan saya seneng,” ujar Bp. Romli, seorang warga yang juga anggota Pokdar Kamtibmas saat ngobrol bersama di pos keamanan sambil menunggu acara dimulai.
Saat adzan magrib berkumandang, santap bersama pun dimulai. Setelahnya, para undangan diberi kesempatan untuk shalat magrib sebelum acara dilanjutkan dengan pembagian kaos dan sarung secara simbolis oleh Pastur Suwarno, OSC.
Menyambut Puasa Ramadan 2019 (1440 H) Komunitas Dialog Kebangsaan yang terdiri dari PAC GP Ansor Tangerang (Islam), PC HIKMAHBUDHI Kota Tangerang (Buddha), Pemuda Katolik Tangerang, MUSPIJA Banten (Kristen), Parisada Hindu Dharma Indonesia Kota Tangerang, Kongcu Bio Tangerang (Konghucu) membagikan hidangan berbuka puasa atau ta’jil kepada pengendara yang melintas di perempatan Tugu Adipura, Kota Tangerang pada Jumat 24 Mei 2019.
Pada kegiatan ini para tokoh pemuka agama terjun langsung untuk membagikan sebanyak 1025 takjil yang telah dihimpun oleh Komunitas Dialog Kebangsaan. Adapun perwakilan para pemuka agama yang hadir yaitu Jajat Sudrajat (Islam), YM. Bhikkhu Bodhinanda (Buddha), I Ketut Sudana (Hindu), Romo Clemens Tribawa Saksana, OSC (Katolik), Pendeta Doni Susanto, S.Th (Kristen), WS. Rudy Gunawijaya (Konghucu).
Selama kegiatan berlangsung para aktifis muda lintas iman beserta para tokoh agama saling berkolaborasi untuk mencitrakan kebhinekaan yang telah ada selama ini. “Aksi kali ini adalah bentuk toleransi yang digambarkan secara langsung pada masyarakat”, Ujar Hardi (Ketua PC HIKMAHBUDHI Kota Tangerang).
I Ketut Sudana selaku Ketua PHDI Kota Tangerang juga turut mengatakan bahwa “Kegiatan ini adalah bentuk saling membantu dan saling menghormati, sebagai perwujudan nyata bertoleransi antar umat beragama”.
Kemasan ta’jilpun dikemas menarik dan berbeda, selain mengurangi penggunaan plastik untuk mendukung ekosistem namun juga disematkan kata bijak “Tidak penting apapun agama atau sukumu, kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu” dari salah satu bapak bangsa negri ini yaitu KH. Abdurahman Wahid.
“Berbagi seribu ta’jil yang kita selenggarakan bersama ini bukan hanya sekedar event saja., namun sudah menjadi tradisi dan kebiasaan kami dalam rangka menggaungkan toleransi, kebersamaan dan kebangsaan di tengah masyarakat. Karena kita harus terus memupuk persaudaraan dan persatuan di tengah masyarakat dari generasi ke generasi”, Sambung Pendeta Doni Susanto, S.Th (Ketua DPA GBI Banten).
Ketua PAC GP Ansor Tangerang Jajat Sudrajat menyampaikan “Setiap anak bangsa berkewajiban merawat kebhinekaan negeri ini agar kita semua dapat hidup berdampingan dengan damai”.
“Kegiatan seperti ini adalah tindakan nyata merajut dalam upaya merajut benang kebhinekaan oleh teman – teman lintas agama, sehingga simpul kerukunan dan persatuan di Kota Tangerang semakin kuat”, Tutur Tommy Wicaksono (Ketua Pemuda Katolik Komcab Kota Tangerang).
“Inilah suasana kerukunan yang sesungguhnya, dimana 6 tokoh agama di dampingi para pemuda lintas iman bersama-sama membagikan ta’jil dengan suka cita tanpa jarak sama sekali”, Tandas WS. Rudy Gunawijaya (Tokoh Konghucu Banten).
Acara diikuti lebih kurang 100 peserta yang turut hadir membantu dimana rombongan Banser NU juga turut melancarkan kegiatan ini, terlihat sangat harmonis dimana para tokoh agama dan pemuda lintas iman saling berbagi serta menghampiri seluruh pengendara yang ada dilokasi.
Kami, Seksi Penelitian dan Pengembangan Paroki Karawaci (Litbang) St. Agustinus Tangerang, saat ini sedang melakukan penelitian tentang partisipasi Umat dalam Pendanaan Gereja. Pendanaan yang akan di survei meliputi 2 aspek, yaitu aspek pengetahuan umat tentang pendanaan biaya untuk kegiatan Gereja dan aspek pemasukan dana. Metode yang kami lakukan adalah metode survei secara langsung secara on line, dengan responden seluruh umat yang telah berumur 18 tahun atau lebih, dengan cakupan survei di wilayah Paroki Karawaci Gereja St. Agustinus Tangerang.
Mohon kesediaan dan partisipasi Bapak/Ibu/Sdr/Sdri meluangkan waktu 3 menit untuk mengisi beberapa pertanyaan dalam kuesioner terlampir dalam surat ini. Kami sangat menghargai jawaban jujur anda, karena akan berpengaruh dalam strategi dan program layanan Gereja kita ke depan agar lebih berkualitas dan sesuai kebutuhan Umat.
Jika Bapak/Ibu/Sdr/Sdri merasa ragu, jangan sungkan untuk menghubungi kami:
Djulio Rahmawan / HP: 0856-9542-7295 / Ketua Seksi Litbang
Bambang Trinurcahya / HP: 0812-8228-8481 / DPH Pendamping P3
6 Januari 2019 diselenggarakan Pembukaan Tahun Berhikmat di Gereja Santo Agustinus, Paroki Karawaci. Kegiatan serentak yang dilakanakan oleh seluruh paroki di Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) ini, berlangsung khitmat, namun meriah di Paroki Karawaci. Pembukaan Tahun Berhikmat ini dimulai dengan Peryaan Ekaristi yang dilaksanakan secara konselebrasi dengan Pastur Stefanus Suwarno, OSC sebagai konselebran utama di dampingi oleh para pastur rekan di Paroki Karawaci, Pastur Clemens Tribawa Saksana, OSC dan Pastor Antonius Budiman OSC. Tahun Berhikmat tidak meninggalkan tahun Persatuan, tapi melengkapinya dengan bersama-sama berhikmat bersama seluruh bangsa, bersama seluruh rakyat Indonesia.
Pembukaan Tahun berhikmat di Paroki Karawaci ini ditandai dengan persembahan berupa tanaman, sebagai simbol kepedulian akan lingkungan hidup. Dan penanaman tanaman yang dilakukan siang hingga sore harinya di Stasi Pasar Kemis.
Sabtu pagi (05/01/2019) itu halaman gereja tertutup tenda putih yang cukup besar. Pada ujung tenda berdiri sebuah penggung persegi. Beberapa bapak terlihat sibuk menata peralatan di atas panggung, dan sebagian lagi menyambut tamu-tamu yang berdatangan. Umat-umat senior Paroki Karawaci, Gereja Santo Agustinus memenuhi area yang terlindung tenda. Mereka duduk dan saling bercengkerama satu sama lain. Tampak akrab dengan senyum bahagia terpancar dari wajah mereka.
Bapak Edi, koordinator Paguyuban Adi Yuswo memprakarsai acara Perayaan Natal bagi umat senior yang ada di paroki Karawaci. Bersama beberapa rekannya, Pak Edi membentuk panitia kecil dan menyusun rangakaian acara yang diharapakan dapat membahagiakan semua yang hadir.
Berbagai lagu nostalgia dinyanyikan bersama. Tari-tarian pun ditampilkan. Hebatnya swemua pengisi acaranya pun umat-umat senior juga. Kegembiraan dan kebahagiaan Natal sungguh membawa suka cita dan damai bagi semua orang. (I-Bro)
4 November 2018, Wanita Katolik RI Cabang Gereja Santo Agustinus, Paroki Karawaci mengadakan acara konferensi cabang (Konfercab) di Gerha Santo Agustinus Karawaci. Dalam Konfercab tersebut dilakukan pergantian pengurus Wanita Katolik Ri Cabang Santo Agustinus. Kepengurusan periode masa bakti 2015-2018 dinyatakan purnabakti oleh perwakilan Pengurus Wanita Katolik RI. Dan pada hari itu juga dilakukan pelaporan kegiatan serta pemilihan pengurus baru untuk masa bakti 2018-2021.
Dalam proses pemilihan, ibu Irene EP., petahana pengurus periode 2015-2018 kembali terpilih dan dikukuhkan memimpin kepengurusan Wanita Katolik RI cabang Santo Agustinus untuk periode 2018-2021 dengan Pastur Stefanus Suwarno, OSC sebagai Penasihat Rohani.
M e n s y u k u r i R a h m a t Tu h a n : M e n j a d i K r e a t i f ,
Saling Mengasihi dalam Keragaman
Setelah penantian panjang yang melelahkan, akhirnya Paroki Karawaci dapat memiliki gedung gereja yang jauh lebih ayak dari sebelumnya. Umat bisa beribadah dengan lebih tenang dan nyaman. Kekhusukan umat saat perayaan ekaristi dapat lebih tercipta. Hal yang menggembirakan hati seluruh umat pun dirayakan bersama dalam perjamuan ekaristi yang dipimpin langsung oleh Mgr Ignatius Suharyo. Sebagai konselebran utama, Uskup Agung Jakarta didampingi oleh para konselebran, yakni Provinsial OSC Pastor Basilius Hendra Kimawan, OSC; Pastor Kepala Paroki Karawaci Pastor Stefanus Suwarno, OSC; Pastor Rekan di Paroki Karawaci Pastor Antonius Budiman, OSC; Pastor Clemens Tribawa Saksana, OSC, serta 7 imam lain dari dekenat Tangerang. Misa dihadiri oleh sekitar 3.000 umat Paroki Karawaci serta para undangan.
“Bersatu dalam Keragaman Mensyukuri Rahmat Tuhan” diusung menjadi tema besar perayaan HUT ke-30 Paroki Karawaci. Pastor Suwarno dalam sambutan pada awal misa berharap bahwa umat Paroki Karawaci yang beragam dapat terus bersatu dalam pelayanan dan pengembangan iman.
Sedangkan dalam homili Mgr Ignatius Suharyo, ia mengajak umat Paroki Karawaci untuk menjadi gereja yang hidup, seperti Gereja Anthiokia yang kreatif, hidup, dan bertumbuh menjadi gereja yang terus berkembang hingga sekarang. Pertumbuhan Gereja Anthiokia dilandasi kasih, maka Mgr Ignatius Suharyo juga mengajak umat Paroki Karawaci untuk saling mengasihi satu sama lain.
Bapak Uskup Agung Jakarta itu mengisahkan sejarah awal gereja, di mana gereja bertumbuh di Efesus, Yerusalem, dan Anthiokia. Gereja Efesus hilang tanpa bekas karena gereja yang di bawah pimpinan Rasul Yohanes ini terlibat dalam perselisihan dan pertengkaran antarumat. Gereja Yerusalem yang sangat fundamental berpegang teguh pada ajaran serta hukum Yahudi sulit untuk dapat terbuka pada dunia lain, sulit pula untuk menerima anggota dari luar Yahudi.
Gereja Yerusalem yang dipimpin Rasul Yakobus pun tidak dapat bertahan lama. Sementara itu, Gereja Anthiokia
merupakan gereja yang bertumbuh dengan sangat baik dan kreatif dalam pelayanan serta pengembangan ajarannya. Gereja Anthiokia inilah yang menjadi cikal-bakal Gereja Katolik, termasuk Paroki Karawaci Gereja Santo Agustinus saat ini. Umat dan para imam di paroki ini diharapkan dapat meneladani Gereja Anthiokia agar tetap dapat tumbuh dan terus
berkembang.
Dalam perayaan ekaristi ini, Mgr. Ign. Suharyo berkenan memberkati altar baru sebagai tanda diresmikannya penggunaan gedung gereja yang baru selesai direnovasi. Para konselebran memngurapi tiang-tiang utama gereja. Dan Bapa Uskup juga menandatangani prasasti gedung Gereja Santo Agustinus, Paroki Karawaci
Ramah Tamah
Pesta HUT ke-30 Paroki Karawaci dilanjutkan dengan ramah-tamah. Bapa Uskup, para imam konselebran, serta seluruh umat yang hadir diundang untuk bergembira dan ramah-tamah bersama di halaman gereja. Hadir dalam ramah-tamah itu Kapolsek, Koramil, dan para ulama dari agama lain. Perwakilan Ansor dan Banser Tangerang juga ikut hadir. Kebinekaan dan keragaman tampak sangat menyejukkan hati. Para pemimpin umat beragama yang berbeda saling berjabat tangan, bahkan berpelukan satu sama lain. Ucapan selamat ulang tahun pun dilantunkan oleh para ustaz, para biku, dan pendeta
yang hadir.
Tumpeng tanda syukur dipotong oleh ketiga pastor yang berkarya di Paroki Karawaci. Ketiga potongan tumpeng, lalu diberikan kepada tiga orang umat yang dianggap berjasa besar dalam karya pelayanan di tengah umat selama ini. Mereka tanpa mengenal lelah telah membaktikan dirinya kepada Paroki Karawaci sejak awal berdirinya Paroki. Ketiga orang ini dianggap dapat mewakili mereka yang telah berjasa bagi pertumbuhan dan perkembangan gereja sebagai persekutuan umat di Paroki Karawaci tercinta ini. Mereka adalah Bapak Y. Sarimin, Bapak Seninto, dan Bapak Kasiman.
Kemeriahan yang dibalut suasana kebinekaan mewarnai HUT ke-30 Paroki Karawaci Gereja Santo Agustinus. Umat bersama-sama dengan warga masyarakat lain di sekitarnya mensyukuri rahmat Allah dalam 30 tahun perjalanan Gereja Santo Agustinus Paroki Karawaci dalam keberagaman suku, ras, dan agama. Perbedaan tampak begitu indah dalam kebersamaan pada malam itu. Semangat “Kita Bhinneka, Kita Indonesia” digemakan bersama oleh semua yang hadir.
[IBRO]
Hi kawan-kawan semua. Perkenalkan, Saya Albertus Indrayanto telah
mengikuti Jambore Nasional (JAMNAS) Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner Indonesia (SEKAMI) 2018 di Pontianak Kalimantan Barat. Acara berlangsung pada 3–6 Juli 2018. Kegiatan jambore nasional diikuti oleh semua keuskupan yang ada di Indonesia, kecuali Keuskupan Maumere. Digantikan oleh Keuskupan Kucing dari Malaysia.
Tergabung dalam Kontingen Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), saya bersama 8 teman mewakili Bina Iman Remaja (BIR) Dekenat Tangerang. Untuk mengikuti jambore ini, sebelumnya dilakukan seleksi di tingkat dekenat, dan keuskupan. Saya sangat bersyukur karena Tuhan telah memilih saya untuk mengikuti JAMNAS SEKAMI 2018. Saya juga sangat gembira karena dapat bertemu dengan teman-teman remaja dari berb- agai keuskupan se-Indonesia.
Di JAMNAS, banyak sekali acaranya. Ini dia rangkaian acara yang saya jalani bersama teman-teman.
Hari pertama, 3 Juli 2018. Sebelum sampai di Pontianak, kami harus menaiki pesawat terbang. Setelah sampai di sana, kami disambut oleh panitia dan diantar ke Katedral Pontianak. Tiba di sana, kami berpisah dengan teman-teman se-keuskupan masing-masing untuk masuk ke dalam kampung dan keluarga yang telah diatur oleh panitia.
Lalu, kami semua mengikuti Misa Pembukaan JAMNAS SEKA- MI 2018. Selesai misa, dilanjutkan dengan acara animasi dan pengan- tar umum, lalu ditutup dengan doa malam bersama. Kemudian, kami kembali ke kampung masing-masing dan istirahat malam.
Kesimpulan dari hari pertama ini, saya merasa senang karena dapat bertatap muka dengan teman-teman dari keuskupan lain. Kami mulai berkenalan, yang tadinya malu-malu, lalu mulai belajar untuk bergaul dengan orang lain.
Hari kedua, 4 Juli 2018. Pagi ini diawali dengan misa, mohon berkat Tuhan supaya acara JAMNAS dapat berjalan dengan lancar sesuai rencana Tuhan. Lalu, masuk ke dalam “Edukasi 1” dengan tema “Hakikat Gereja Misioner” dan dilanjutkan “Edukasi 2” dengan dinamika kelompok. Tak lupa, tukar-menukar cendera mata dari daerah masing-masing.
Usai dua sesi, kami diberikan waktu untuk beristirahat sejenak. Berikutnya adalah “Edukasi 3”. Kami pun mengadakan pentas seni 1 dari berbagai provinsi gerejawi. Kala itu, Keuskupan Agung Jakarta mendapat bagian terakhir. Setelah itu, kami doa malam bersama dan dilanjut istirahat malam. Pada hari kedua, kami sudah mulai akrab dengan teman baru. Berteman itu tidak boleh memandang orang kita berkenalan dengan semua orang.
Hari ketiga, 5 Juli 2018. Acara diawali dengan misa dan dilanjut dengan acara “Dialog Sukacita” dengan Bapa Uskup sebagai pembicara. Kami dapat bertanya mengenai panggilan mereka hingga menjadi uskup. Ada juga sesi sharing kelompok dalam keluarga masing-masing. Lebih seru lagi, kami membuat film atau meme misioner yang nantinya diunggah di media sosial masing-masing.
Kegiatan berikutnya adalah gelaran pentas seni 2 dan ditutup dengan Ibadat Lilin Kasih bertempat di Katedral Pontianak, dipimpin oleh Sr. Xaveria FSGM. Seharian beraktivitas, kami pun beristirahat pada malam hari. Dalam kesempatan ini, saya senang sekali dapat bertemu Bapa Uskup yang tadinya belum kenal, lama-kelamaan jadi akrab hingga bercanda dan tertawa.
Hari keempat, 7 Juli 2018. Berbeda dengan hari sebelumnya yang biasanya diawali dengan misa, hari ini diawali dengan Doa Perutusan Med- itive, lalu dilanjutkan dengan evalua- si dan refleksi. Pada siang hari, kami mengikuti Misa Penutupan JAMNAS SEKAMI 2018 yang dilanjut dengan sesi Sayonara. Kami semua merasa sedih sekali karena harus berpisah dan kembali ke keuskupan masing-masing. Kegiatan hari keempat ini mengingatkan saya bahwa jangan sia-siakan waktu karena waktu itu terbatas. Jadi, pergunakanlah waktu dengan sebaik-baiknya. Manfaat Teman-teman, banyak sekali manfaat yang didapat dari mengikuti JAMNAS SEKAMI 2018. Saya dapat meningkatkan wawasan remaja dan pendamping bahwa hakikat Gereja ialah diutus untuk mewartakan sukacita Injili. Berkat kegiatan ini, saya juga dapat meningkatkan rasa bangga dan bahagia pada diri remaja dan pendamping yang hidup dalam kebinekaan. Tak kalah penting, saya ikut mengobarkan semangat misioner pada diri remaja dan pendamping sehingga berani menjalani hidup dengan berbagai dalam situasi apapun.
Nah, ayo teman-teman! Janganlah malu untuk bergabung dalam Bina Iman Remaja (BIR). Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan membangun gereja kita? Jika tidak ikut, kalian pasti akan menyesal karena ini enggak membosankan. Dengan bergabung dengan BIR, kita sama sama belajar. Jadi, tidak ada yang pintar dan tidak ada yang kurang pintar.
Setiap tahun, BIR Keuskupan Agung Jakarta mengadakan kegia- tan, lho. Jadi, kita dapat bertemu dengan teman-teman se-keuskupan. Mudah-mudahan juga dapat ber- temu remaja SEKAMI se-indonesia seperti saya ya teman-teman… Pesan saya, jangan takut diutus ke mana saja untuk menjadi sahabat Yesus. Tuhan memberkati.
TABUNGAN UMAT TABUT KAJ
Mulai bulan April 2019, Tim TABUT KAJ menginformasikan hal-hal baru terkait informasi tagihan dan sistem pendaftaran
Sistem pelaporan nilai tagihan TABUT yang baru
1. Jumlah tagihan yang akan muncul di mobile banking/ATM ketika kita akan menyetor, adalah jumlah yang *kurang disetor* sampai saat umat akan menyetor.
Contoh: umat mendaftar mulai periode Januari 2019, dengan dengan kepesertaan 1 unit (Rp100.000). Namun umat baru menyetor pada bulan Maret 2019, maka, pada bulan Maret 2019 ketika umat akan menyetor, akan muncul *jumlah tagihan* sebesar Rp300.000.
2. Namun demikian, jika umat tetap ingin menyetor hanya Rp100.000 saja, tetap dapat dilakukan.
3. Apabila umat telah menyetor melebihi jumlah setoran selama 36 bulan, *misalnya*, pada saat tertentu, umat mendapatkan rejeki lalu menyetor Rp10.000.000. Maka pada bulan berikutnya, *total tagihan* yang muncul di layar mobile banking akan *0*. Tetapi umat tetap dapat menyetor.
Sistem pendaftaran peserta TABUT yang baru
Saat ini, umat dapat mendaftar menjadi peserta TABUT yang baru dengan mendaftar langsung secara online dengan syarat memiliki nomor Handphoneyang masih aktif.
Cara pendaftaran peserta TABUT:
1. buka *https://tabutkaj.org*, pilih “daftar” dan silakan mengisi form yang tersedia.
2. untuk no handphone yang diisi, hilangkan nomo “0” yang di depan contoh nomor handphone yang didaftarkan adalah 0878990034 maka yang diketik adalah 878990034.
3. Setelah selesai input form, lakukan sign out
4. untuk dapat membuka account kita, username yang digunakan adalah no handphone pada saat pendaftaran tanpa angka “0” di depan, contoh 0878990034 maka yang diketik adalah 878990034, password atau kata sandi sesuai dengan yang dientry pada saat daftar Online